Showing posts with label Lifestyle. Show all posts
Showing posts with label Lifestyle. Show all posts

Friday, July 3, 2015

Mari Kenal Lebih Dekat Tradisi Pernikahan khas Minang

RiauCitizen.com, Lifestyle - Indonesia memiliki beragam suku dan kebudayaan yang menarik untuk disimak. Terlebih jika kita bicara mengenai pesta pernikahan adat. Prosesi pernikahan mulai dari busana adat, dekorasi pernikahan, hingga tata cara tradisi yang penuh makna merupakan pengalaman berkesan yang tidak boleh dilewatkan.

Salah satu yang seringkali kita jumpai adalah tradisi adat pernikahan Minang. Seperti halnya dengan tradisi adat pernikahan lainnya di Indonesia, tradisi Minang memiliki prosesi pernikahan yang menarik. Berikut ini tata cara adat pernikahan Minang.

Maresek

Lamaran atau maresek merupakan tahap perkenalan antar calon mempelai. Sesuai dengan sistem kekerabatan matrilineal, pihak keluarga wanita mendatangi pihak keluarga pria. Dalam prosesi ini biasanya pihak mempelai wanita terlebih dahulu yang datang ke pihak mempelai pria dengan membawa buah tangan seperti kue atau buah-buahan.

Maminang / Batimbang tando

Keluarga mempelai wanita kembali datang ke pihak mempelai pria untuk meminang. Setelah lamaran diterima, prosesi ini dilanjutkan dengan bertukar tanda sebagai seimbol pengikat. Keluarga mempelai wanita datang dengan membawa kue-kue dan buah buahan serta sirih pinang lengkap disusun dalam kampia (tas yang terbuat dari daun pandan) yang disuguhkan untuk dicicipi keluarga pihak pria. Lalu dilanjutkan dengan saling menukar benda-benda pusaka seperti keris, dan kain adat.

Mahanta Siriah

Prosesi ini adalah tahapan meminta izin dan memohon doa restu kepada orangtua dan kerabat deklat. Calon mempelai pria membawa selapah yang berisi daun nipah dan tembakau. Sementara bagi keluarga calon mempelai wanita, ditambahkan dengan sirih lengkap.

Babako-babaki

Pada tahapan ini, pihak keluarga dari ayah calon mempelai wanita (babako) menunjukkan kasih sayangnya dengan membantu memikul biaya pernikahan sesuai dengan kemampuan mereka, dan dilakukan beberapa hari sebelum akad nikah. Mereka datang membawa perlengkapan seperti sirih lengkap, nasi kuning singgang ayam, seperangkat busana, perhiasan emas untuk mempelai wanita.

Malam bainai

Bainai berarti melekatkan tumbukan halus daun pacar merah ke kuku mempelai wanita. Prosesi ini merupakan simbol kasih sayang para sesepuh keluarga mempelai wanita kepada calon pengantin.

Manjapuik marapulai

Calon pengantin pria dijemput dan dibawa ke rumah calon pengantin wanita untuk melangsungkan akad nikah. Prosesi ini juga dibarengi pemberian gelar pusaka kepada calon mempelai pria sebagai tanda sudah dewasa.  Setelah selesai, pengantin pria beserta rombongan diarak menuju kediaman mempelai wanita.

Penyambutan di Rumah Anak Daro

Sambil diiringi dengan musik tradisional khas Minang, rombongan mempelai pria disambut dengan taburan beras kuning. Sebelum memasuki pintu rumah, kaki calon mempelai pria diperciki air, lalu berjalan menapaki kain putih menuju tempat akad nikah.(dic/kos)

Thursday, July 2, 2015

Inilah Tips Membeli Pakaian Bekas

RiauCitizen.com, Info - Bagi yang hobi membeli pakaian bekas ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan agar anda mendapatkan barang yang bagus serta nyaman dipakai.

Berikut ini tips membeli pakaian bekas:

1. Pada saat membeli pakaian bekas, lihatlah fisik dari baju tersebuit. Cek ada bolong atau cacat pada bagian baju bekas tersebut atau tidak.

2. Setiap baju bekas tentunya tidak semuanya bagus, bisa saja ada baju yang terkena noda. Kenalilah noda yang ada pada baju tersebut apakah bisa dihilangkan atau tidak pada saat mencucinya.

3. Ketika menyimpannya, pisahkan baju bekas yang sudah dibeli dengan baju Anda, untuk menghindari peneybaran bakteri.

4. Sebelum dicuci, rendamlah dengan air panas selama 30 menit untuk membunuh kiman dan bakteri yang menempel pada baju bekas tersebut.

5. Cucilah dengan bersih baju bekas tersebut dengan deterjen secukupnya dan tunggu kurang lebih satu jam.

6.Ketika akan menjemurnya harus di bawah sinar matahari langsung. Hal ini supaya kuman yang masih tertinggal akan mati terkena sinar matahari.

7 Jika sudah kering, baju bekas tersebut disetrika pada bagian dalam dan luarnya.(dic/bim)

Wednesday, July 1, 2015

Rawan Kecelakaan, Inilah 36 Titik yang Rentan Terjadinya Lakalantas di Riau

RiauCitizen.com, Hukum - Setelah melakukan pemantauan langsung dibeberapa lokasi titik jalan lintas untuk jalur mudik lebaran, Dinas Perhubungan Provinsi Riau menetapkan sedikitnya ada 36 titik rawan kecelakaan di jalur lintas Provinsi Riau.

Ke 36 titik rawan kecelakaan itu tersebar di empat jalur lintas, yakni lintas timur, lintas barat dan lintas selatan.

“Di setiap titik rawan akan tempatkan posko dan personel untuk memantau arus mudik. Kita juga berkoordinasi dengan Direktorat Lalu Lintas Polda Riau,” katanya Kepala Dinas Perhubunhan Provinsi Riau Rahmad Rahum, Rabu (01/07/2015).

Untuk jalur mudik di lintas timur terdapat 10 titik rawan kecelakaan, diantranya di Km 52, Km 104-105, Km 113-115, Km 146, Km 148 hingga Km 172, Km 171 hingga Km 214, Km 226, Batu Ampar, Simpang Makam Pahlawan, Jalan Gerilya Tembilahan dan. Km 25 Belilas.

Kemudian untuk lintas barat ada 9 titik, diantranya di Km 26-30 Jalan Garuda Sakti, Km 28, Km 99, Km 109 Kelok Indah, Km 96-99 berupa jalan dalam perbaikan atau di-rigid, Km 26 Pasar Kabun, Km 29 dan di desa Suram berupa jalan berlubang.

Sedangkan dilintas Utara memiliki 9 titik rawan, lintas timur sebanyak 10 titik, lintas barat sebanyak 9 titik dan lintas selatan sebanyak 8 titik.

Titik rawan di lintas utara ada 9 titik antara lain, terdapat di Km 45 Minas, Km 51, Km 107-108, Km 113-118 Kandis, Km 42 dari arah Baganbatu, Km 7 Lintas Simpang Pujuh dari arah Baganbatu, Simpang Solah Sedinginan, Km 156-158 Simpang Bangko, dan Jalan Sudirman Desa Barang Duku.

Sedangkan untuk Lintas Selatan terdapat 8 titik rawan yaitu di Perhentian Raya, Km 27 Desa Perhentian raja, Km 42 Silmaliyang, Simpang Koran, Desa Koto Sentajo, Desa Sako Simpang RAPP, Km 100 hingga Km 158 Airmolek ke Teluk Kuantan dan Simpang Sungai Rumbio

Menjelang H-9 aparat kepolisian akan melakukan atau membentuk posko pemantauan arus mudik disetiap titik tersebut. Kemungkinan besar akan berdiri sebanyak 52 posko pengamanan yang akan dilakukan oleh Polda Riau. Pos mulai diaktifkan saat Operasi Ketupat 2015 nanti.(dic/btp)