Showing posts with label Pelalawan. Show all posts
Showing posts with label Pelalawan. Show all posts

Sunday, July 5, 2015

Bakar Lahan di TNTN, Tiga Pelaku Ditangkap Polres Pelalawan

RiauCitizen.com, Lingkungan - Tiga warga yang diduga menjadi pembakar lahan di kawasan hutan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) ditangkap aparat Polres Pelalawan. Mereka tertangkap tangan sedang melakukan pembakaran di kawasan konservasi tersebut.

“Ada tiga pelaku pembakaran lahan di TNTN yang ditangkap jajaran Polres Pelalawan kemarin,” tutur Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo kepada wartawan di Pekanbaru, Sabtu (4/7/15). 

Dijelaskan Guntur, pembakaran lahan dilakukan para pelaku di Dusun Dusun Kuala Renangan Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui untuk membuka perkebunan kelapa sawit. 

Ketiga tersangka adalah, inisial TS (60), PS (25) dan HS (34). Mereka semuanya warga di sekitar kawasan TNTN. 

Selain menangkap tiga tersangka, lanjut Guntur, aparat juga mengamankan sejumlah barang bukti pembakaran lahan, seperti sepeda motor dan korek api.(dow/rtc)

Friday, July 3, 2015

Ikut Sumbang Bencana Asap, RAPP Harus Jalankan PP 71

RiauCitizen.com, Lingkungan - Banyaknya jumlah titik hotspot yang terpantau di kawasan konsesi PT Riau Andlan Palp and Paper (RAPP), lagi-lagi menjadi bukti bahwa perusahaan itu ikut menyumbang bencana kabut asap d Riau.

Direktur Eksekutif Scaleup Hari Octavian mengatakan, satu-satunya cara untuk menghentikan kasus kebakaran di area perusahaan itu, yakni PT RAPP harus patuh pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 tahun 2014.

"Jadi idealnya kadar air itu memang 0,4 meter. Tak ada cerita tanaman tak bisa tumbuh. Dengan kadar air segitu," katanya, Kamis (02/07/2015).

Menurut Hari, bukan kondisi tanah yang harus menyesuaikan dengan tanaman apa yang akan ditanam di kawasan gambut. Tapi perusahaan harus lebih kreatif untuk memilih tananamn apa yang cocok dengan kadar air tersebut.

"Kalau tidak efeknya akan terjadi terus kebakaran hutan di Riau. Pemerintah membuat peraturan itu tentu sudah melewati beberapa kajian. Gambut punya sifat kapiler seperti sumbu kompor.  Kami menyakini bahwa menjalankan PP 71 itu akan menghentikan kebakaran hutan. RAPP harusnya menerapkan peraturan itu," ujarnya

Sebelumnya, Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) mengindikasi bahwa kebakaran hutan dan lahan di Riau banyak terdapat di sekitar Perusahan Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP)

Dalam situs resmi yang dikeluarkan jikalahari.or.id, menjelaskan terdapat hotspot yang tersebar di area Konsesi HTI dan HGU juga kawasan PT. RAPP yakni sebanyak 4 hotspot. Diantaranya  PT. Rimba Rokan Lestari 1 hotspot, PT. Satria Perkasa Agung 3 hotspot, PT. Sekato Pratama Makmur 1 hotspot, PT. Seraya Sumber Lestari 1 hotspot.

Sedangkan di Konsesi HGU tidak terdapat hotspot. Di kawasan konservasi tepatnya di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) terdapat 1 hotspot.

Jikalahari melakukan pemantauan hotspot atau titik panas khusus di areal hutan gambut terutama di kawasan hutan produksi tetap yang ditanami akasia untuk pulp and paper atau khusus di areal konsesi perusahaan.

Hal ini dilakukan untuk mengontrol kepatuhan perusahaan yang menerapkan nol karhutla di dalam konsesi perusahaan.

Saat dikonfirmasi, Corporate Comunications Manager PT RAPP Djarot Handoko dan Direktur PT RAPP mengatakan, bahwa sejauh ini, pihaknya justru melakukan pemadaman api di luar area konsesi RAPP

"Seperti yang kami lakukan di Pulau Padang, Rohil, dan beberapa area lainnya," katanya kepada awak media, Kamis (02/07/2015).

Dia menyebutkan tindakan itu dilakukan, sebagai bentuk antisipasi agar api tidak merambat masuk dalam kawasan perusahaan.

"Karena area tersebut berada dalam jarak kurang dari 5 kilometer dari area konsesi kami, guna menghindari hal terburuk yang mungkin timbul dari kejadian ini," ujarnya.(dow/btp)

Indikasi Karhutla, Lahan Konsesi RAPP Banyak Ditemukan Hotspot

RiauCitizen.com, Lingkungan - Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) mengindikasi bahwa kebakaran hutan dan lahan di Riau banyak terdapat di sekitar Perusahan Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP)

Dalam situs resmi yang dikeluarkan jikalahari.or.id, menjelaskan terdapat hotspot yang tersebar di area Konsesi HTI dan HGU juga kawasan PT. RAPP yakni sebanyak 4 hotspot. Diantaranya  PT. Rimba Rokan Lestari 1 hotspot, PT. Satria Perkasa Agung 3 hotspot, PT. Sekato Pratama Makmur 1 hotspot, PT. Seraya Sumber Lestari 1 hotspot.

Sedangkan di Konsesi HGU tidak terdapat hotspot. Di kawasan konservasi tepatnya di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) terdapat 1 hotspot.

Jikalahari melakukan pemantauan hotspot atau titik panas khusus di areal hutan gambut terutama di kawasan hutan produksi tetap yang ditanami akasia untuk pulp and paper atau khusus di areal konsesi perusahaan.

Hal ini dilakukan untuk mengontrol kepatuhan perusahaan yang menerapkan nol karhutla di dalam konsesi perusahaan.

Saat dikonfirmasi, Corporate Comunications Manager PT RAPP Djarot Handoko dan Direktur PT RAPP mengatakan, bahwa sejauh ini, pihaknya justru melakukan pemadaman api di luar area konsesi RAPP

"Seperti yang kami lakukan di Pulau Padang, Rohil, dan beberapa area lainnya," katanya kepada awak media, Kamis (02/07/2015).

Dia menyebutkan tindakan itu dilakukan, sebagai bentuk antisipasi agar api tidak merambat masuk dalam kawasan perusahaan.

"Karena area tersebut berada dalam jarak kurang dari 5 kilometer dari area konsesi kami, guna menghindari hal terburuk yang mungkin timbul dari kejadian ini," ujarnya. (dic/btp)

Thursday, July 2, 2015

Jelang Pilkada Pelalawan 5 Calon Berebut Dampingi Zukri Misran

RiauCitizen.com, Politik - Lima calon pendamping wakil bupati untuk Pilkada Pelalawan 2015 bakal bertarung kuat mendampingi Zukri Misran di Pilkada. Kelimanya, antara lain Husni Tamrin, Nazzarudin Arnazh, Abdul Anas Badrun, Tengku Edi Sably dan Kasyiadi.

"Insya Allah, besok hasilnya, sudah keluar. Saat ini, masih dibahas oleh tim Survei independent," terang Zukri Misran, bakal calon bupati Pelalawan kepada wartawan, Kamis (2/6/15).

Meskipun, dukungan dari DPP PDI Perjuangan baru keluar pekan depan namun Zukri opitimis bakal diusung oleh partai berlambang moncong putih ini. "Sejauh ini, masih kita itu dan saya optimis bakal di usung oleh DPP," beber Zukri.

Anggota DPRD Provinsi ini mengakui, bahwa pihak DPP PDI Perjuangan, bakal mengumumkan hasil yang diusung untuk Pilkada Pelalawan pekan depan. Pengumuman DPP itu adalah satu paket. "Betul informasinya, pekan depan DPP PDI Perjuangan mengumumkan, hasil yang bakal diputuskan untuk Pilkada Pelalawan. Dan hasilnya satu paket yakni calon bupati dan wabupnya," tambah Zukri.

Sejauh ini, kata Zukri dukungan kian mengalir mengusung dia maju pada Pilkada Pelalawan. "Setakad ini, dukungan kian mengalir. Dukungan ini, semakin memompah semangat saya maju untuk Pilkada Pelalawan," tandasnya.(dow/rtc)

Hasil Fit and Proper Test, PDI P Umumkan Calon yang Diusung Pilkada Pelalawan

RiauCitizen.com, Politik - DPP PDI Perjuangan segera mengumumkan hasil 'fit and profertes' yang di ikuti oleh sejumlah tokoh kabupaten Pelalawan beberapa waktu lalu. Hal ini disampaikan, ketua DPC PDI Perjuangan kabupaten Pelalawan, Suprianto, Kamis (2/7/15).

"Insyaallah, dalam pekan depan hasil fit and propert test sudah keluar. Jadi kita tunggu sajalah, siapa nama-nama yang diputuskan, PDI Perjuangan untuk Pilkada Pelalawan," terang Suprianto.

Sejumlah nama, sebut dia, sudah mengikuti fit and propert test yang digelar DPP PDI Perjuangan di Jakarta beberapa waktu lalu. Diantara nama tersebut dua orang dari kader PDI Perjuangan diantaranya, Zukri Misran dan Kasyiadi. Diluar kader partai diantaranya, HM Harris dan Tengku Zulmizan.

Ketika ditanya dari nama-nama tersebut yang paling berpotensi di usung PDI Perjuangan Suprianto mengaku semuanya sangat berpeluang. "Dari nama-nama yang sudah mengikuti uji kelayakan dan kepatutan ini, semuanya layak," papar dia.

Informasi yang dirangkum awak media dari berbagai sumber nama Zukri Misran, berpeluang besar diusung oleh partai moncong putih ini. Beberapa pekan terakhir ini, nama Zukri kian melambung untuk Pilkada Pelalawan.

Ditempat terpisah, dikabarkan HM Harris calon incubent yang sudah memilih pasangannya Zardewan, sangat intens melakukan lobi-lobi ke petinggi DPP PDI Perjuangan.(dow/rtc)

5 Personil Polres Pelalawan Berprestasi Raih Penghargaan di HUT Bhayangkara ke-69

RiauCitizen.com, Budaya - Dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke 69, Polres Pelalawan melaksakan acara syukuran dan buka bersama di halaman Polres Pelalawan, Rabu (1/7/2015).

"Melalui revolusi mental, Polri siap memantapkan soliditas dan profesionalme guna mendukung pembangunan nasional," ujar Wakapolres Pelalawan Kompol Suparman SIk mewakili Kapolres Pelalawan.a 

Usai memberikan kata sambutan, Wakapolres bersama para pejabat Polres Pelalawan  memberikan Reward piagam penghargaan kepada personil polres Pelalawan yang memiliki prestasi dalam melaksanakan tugas sehari-seharinya.

Adapun nama-nama yang mendapatkan penghargaan dari Wakapolres adalah Aiptu Joni Akmal, Bripka Dede Ismanto, Brigadir Nusurlis, Brigadir Feggy Fagritta dan Briptu Wira Ariyatama SH.

"Semoga personil yang mendapatkan penghargaan ini dapat lebih meningkan kinerjanya dalam melaksanakan tugas sebagai abdi negara," ujarnya.

Untuk itu, dirinya berharap kepada para peraih penghargaan mampu menyemangati serta menjadi motivasi terhadap personil lain dalam melakukan hal yang terbaik dan berguna bagi institusi maupun individu personil.

"sehingga kedepan kehadiran polisi di masyarakat semakin baik dan berperan besar dalam menciptakan harkamtibmas yang kondusif," ujarnya.(dic/btp)

Wednesday, July 1, 2015

Disdik Pelalawan akan Terapkan Sistem Rayon di PSB 2016

RiauCitizen.com, Pendidikan - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Pelalawan berencana akan menerapkan sistem rayon dalam penerimaan siswa baru (PSB) di tahun 2016 mendatang. Mengingat setiap tahun ajaran baru peminat sekolah favorit yang ada di Pangkalan Kerinci, baik itu jenjang SD, SMP maupun SMA/SMK Negeri selalu diminati.

Menurut Kepala Disdik Pelalawan, Syafruddin, pembatasan lewat rayon itu untuk mengantisipasi membludaknya para siswa yang berkeinginan sama untuk masuk ke sekolah favorit.

"Misalnya saja SMAN 1 Pangkalan Kerinci, siswa yang mendaftar bukan cuma dari Pangkalan Kerinci saja, namun dari kecamatan lain bahkan dari kabupaten lain pun ada. Sedangkan daya tampung sekolah terbatas, jadi adanya rayon itu untuk membatasi membludaknya siswa ke satu sekolah favorit saja," terang Syafrudin, Rabu (30/6/15).

Dijelaskannya, kondisi saat ini siswa cenderung memilih sekolah favorit tiap jenjangnya. Karena hal itu, sekolah yang ada di daerahnya justru tak diminati. Sehingga kondisi ini mengakibatkan juga penyebaran siswa yang tak merata.

"Dengan tidak adanya pembatasan rayon, membuat siswa berbondong-bondong hanya mendaftar ke sekolah favorit. Sementara sekolah yang berada di tempat siswa berada, justru tak diminati," ujarnya.

Karena itu, menurutnya, pemberlakuan sistim rayon yang akan ditetapkan tahun depan itu nantinya benar-benar tidak akan menerima siswa yang berada di luar rayon dimana siswa itu berdiam.

"Dengan adanya pemerataan pendidikan ini khususnya penyebaran siswa, diharapkan tidak ada lagi membludaknya para siswa yang hanya mendaftar ke sekolah favorit saja," pungkasnya. (dow/rtc)

PSDB di Pelalawan Masih Diwarnai Adanya Surat "Sakti" Oknum Pejabat dan Dewan

RiauCitizen.com, Pendidikan - Prestasi gemilang yang diperoleh siswa setelah lulus untuk melanjutkan ke sekolah diatasnya sepertinya tidak menjadi modal kilat agar bisa masuk ke sejumlah sekolah favorit dikabupaten Pelalawan. Tersiar kabar miring saat penerimaan siswa baru (PSB), justru surat sakti dari oknum pejabat, hingga anggota dewan paling ampuh.

Fenomena inilah yang sering terjadi dikabupaten Pelalawan setiap memasuki tahun ajaran baru. "Percuma saja anak saya, memiliki nilai bagus, tapi tak bisa juga lulus disekolah favorit, justru anak yg nilai jelek lulus," terang salah seorang wali murid, menolak awak media, Rabu (1/6/15) menulis namanya, ketika mengetahui anaknya, tak lulus mendaftar di salah satu sekolah favorit di Pangkalan Kerinci.

Dengan penuh rasa kekecewaan yang mendalam, ibu empat anak ini tidak bisanya, putra tersebut masuk lantaran ada desakan-desakan dari oknum pejabat hingga anggota dewan yang memasukkan sanak keluarga ke sekolah favorit ini.

"Ya, kita kan masyarakat biasa. Mau diapakan lagi. Terpaksa kita terima aja lagi," sebutnya.

Berdasarkan, informasi tambahnya, setiap sekolah mau masuk sekolah favorit di Pangkalan Kerinci, harus memiliki dekingan dari orang-orang hebat. "Ya, begitulah. Kalau mau masuk sekolah favarit meski memiliki dekingan," tandasnya.(dow/rtc)

Cuaca Panas Berkepanjangan,100 Hektar Lahan di Pelalawan Terbakar

RiauCitizen.com, Lingkungan - Riau saat ini sedang memasuki musim panas yang berlangsung hingga 3 bulan mendatang. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kabut asap dan titik api di Riau khususnya di Kabupaten Pelalawan juga sudah terpantau.

Sebelumnya, titik api di Riau berdasarkan pantauan BMKG Stasiun Pekanbaru mencatat ada 55 titik api di Riau yang tersebar di 10 Kabupaten dan Kota. Untuk di Pelalawan sendiri ada 16 titik api yang terpantau.

Akibat dari suhu panas, di Dusun Kopau, Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan telah terjadi kebakaran lahan dan membakar sekitar 100 hektar lahan.

Saat ini, api yang telah diketahui sejak Selasa kemarin terus diupaya pemadaman dan melibatkan personil team Karhutla gabungan dibawah pimpinan Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP James I S Raja Gukguk SIk.

"Untuk pemadaman ini Kasat Reskrim yang di dampingi Kasat Bimmas Polres Pelalawan AKP Galih Apria dan Kapolsek Kerumutan IPTU Rofiqi dibantu oleh 30 personil Polres Pelalawan, 15 orang dari Polsek Kerumutan, 3 orang dari Koramil, BPBD Pelalawan 15 personil, RPK PT SLS 15 orang, RPK PT Mitra Tani 5 orang, masyarakat pemilik kebun yang terdiri dari 30 orang," ujar Paur Humas Polres Pelalawan M Sijabat.

Selain itu 1 unit mobil Pemadam kebakaran milik PT SLS, 1 unit mobil serbaguna BPBD Pelalawan, 10 unit mesin minstriker, 6 unit mesin robin dan 1 unit Helikopter dengan bombing udara juga turut membantu memadamkan api.

"Sampai saat ini api belum dapat dikuasai karena cuaca angin cukup kencang dan sasaran api yang membakar lahan sulit dijangkau lewat darat. Untuk pelaku masih dalam penyelidikan dan pemadaman masih berlangsung," ujarnya.(dic/btp)