Showing posts with label Budaya. Show all posts
Showing posts with label Budaya. Show all posts

Saturday, July 4, 2015

OTK Rampok Gaji Anggota Poktan Inhu, Rp 65 Juta Lesap

RiauCitizen.com, Budaya - Sebanyak Rp65 juta gaji anggota Kelompok Tani (Poktan) Koperasi Unit Desa (KUD) Talang Sukajadi, Kecamatan Rakit Kulim dan Kecamatan Kelayang Indragiri Hulu (Inhu), Sabtu (4/7/15) siang dirampok.

Informasi yang diperoleh wartawan dari pihak Kepolisian Daerah (Polda) Riau, peristiwa perampokan itu terjadi di Jalan Perkebunan Kelapa Sawit PT Mega, Kecamatan Siberida, Inhu.

Peristiwa itu berawal ketika korban, Juda Sanjaya Kataren mengambil gaji Poktan. Sewaktu mau pulang ke Belilas dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Jupiter MX, tiba tiba dari arah belakang datang 2 pelaku dengan mengendarai sepeda motor Honda Mega Pro warna hitam langsung memepet korban.

Lalu satu dari pelaku menodong korban senjata berbentuk senjata api (senpi). Pelaku meminta uang yamg korban bawa dengan ransel. Setelah merampas ransel yang berisi uang gaji sebesar Rp65 juta tersebut, kedua perampok yang diduga komplotan Pentol Cs ini langsung melarikan diri. Peristiwa tersebut baru dilaporkan ke pihak kepolisian terdekat tiga jam kemudian.

Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo yang dikonfirmasikan riauterkinicom, membenarkan adanya peristiwa perampokan tersebut. Dikatakan, kini Polres Inhu tengah mengejar para pelaku dan di seluruh jajaran Polsek diminta untuk melakukan razia.

"Kasus itu kini dalam penyelidikan pihak Polres Inhu. Pengejaran terhadap para pelaku kini masih berlangsung," kata Guntur.(dow/rtc)

Dewan Dukung Imbauan KPK agar Pejabat Dilarang Terima Parsel

RiauCitizen.com, Budaya - Wakil rakyat di DPRD Riau mendukung penuh himbauan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait larangan pejabat menerima parsel saat lebaran, yang pelaksanaannya tinggal beberapa hari lagi. 

“Kita sepakat himbuan yang dikeluarkan KPK terkait larangan pejabat menerima parsel. Kita siap kooperatif untuk itu,” kata Ade Agus Hartanto, Anggota Komisi E DPRD Riau kepada wartawan, Jum'at (03/07/15). 

Kendati demikian, sekretaris DPW PKB Riau ini menerangkan, perlu penjelasan secara detail tentang kriteria parsel tersebut. ‎Termasuk, batasan-batasan parsel yang diberikan pemberi kepada pejabat. 

“Memberi dan penerima memang saat ini sedang menjadi sorotan dari KPK, apalagi menerima parsel dari kolega bisnis. Yang menjadi rancu nantinya, ke mana tempat pengembalian parsel apabila pejabat terlanjur menerimanya,” ungkap anggota dewan dari daerah pemilihan Inhu-Kuansing ini. 

Hal senada juga dikatakan Aherson, Ketua Komisi C DPRD Riau.‎ Ketua Fraksi Demokrat DPRD Riau ini pun sepakat, perlu penjelasan detail tentang parsel ini. Apalagi sebutnya, parsel ini banyak disamakan dengan istilah hadiah. 

“‎Perlu penjelasan lebih mendalam, mesti ada pilihan-pilihan mana yang boleh dan yang tidak boleh. Pembatasan hukum perlu dijelaskan, grativikasi itu tidak ada bedanya dengan hadiah,” tutup politisi Kuansing ini. 

Sebagaimana yang diketahui, KPK telah mengeluarkan surat himbauan terhadap larangan pejabat menerima parsel saat lebaran. Menurut KPK, pemberian parsel bisa dimasukkan sebagai kategori gratifikasi.(dic/rtc)

Thursday, July 2, 2015

Tidak Lunasi BPIH, 22 JCH Rohul Gagal Berangkat

RiauCitizen.com, Budaya - Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) belum tahu persis jumlah Jemaah Calon Haji (JCH) yang akan berangkat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci tahun ini, setelah 22 JCH dinyatakan gagal berangkat.

Sampai batas waktu pelunasan BPIH 30 Juni 2015, 22 JCH dari 233 JCH asal Kabupaten Rohul dinyatakan gagal berangkat ke Tanah Suci tahun ini karena tidak melunasi Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH). Namun, sekitar 211 JCH Rohul dipastikan berangkat karena telah melunasi BPIH.

Dampak 22 JCH Rohul yang sudah masuk dalam nomor antrean gagal berangkat, dan otomatis kuota haji di Rohul menurun. Diperkirakan, 11 kuota cadangan akan diberangkatkan ke Tanah Suci.

"Untuk penggantinya, kami masih menunggu kebijakan dari Menteri Agama," kata Kepala Kantor Kemenag Rohul Ahmad Supardi kepada riauterkini.com, Kamis (2/7/15).

Ahmad Supardi mengungkapkan dari 22 JCH Rohul yang gagal berangkat, ada JCH yang sudah empat dan lima tahun sengaja tidak melunasi BPIH. Alasannya, ada yang sengaja menunggu agar bisa berangkat bersama istrinya.

"Yang seperti ini merusak sistem nomor antre. Dari itu Menteri Agama harus buat kebijakan," saran dia.

Ia menambahkan, meski 22 JCH gagal berangkat, ada 20 JCH Rohul yang sudah pernah berhaji akan melakukan pelunasan BPIH tahap kedua pada 7 Juli hingga 15 Juli 2015 akan datang.

Biaya Domestik Disepakati Rp 4 Juta 

Terlepas itu, untuk biaya haji domestik sudah disepakati Rp 4 juta per JCH. Besaran itu sesuai hasil rapat sepekan lalu, namun SK Bupati Rohul belum turun.

"Kekurangannya akan ditanggulangi oleh Pemkab Rokan Hulu. Namun kita belum tau persis, karena SK Bupati belum turun," ujarnya.

JCH Rohul dikenakan biaya domestik karena akan diberangkatkan dari Bandara Tuanku Tambusai Pasirpangaraian ke embarkasi Batam melalui Bandara Hang Nadim, menggunakan pesawat carteran. Namun, sampai hari ini belum ditentukan maskapai penerbangan yang akan ditunjuk.(dic/rtc)

5 Personil Polres Pelalawan Berprestasi Raih Penghargaan di HUT Bhayangkara ke-69

RiauCitizen.com, Budaya - Dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara ke 69, Polres Pelalawan melaksakan acara syukuran dan buka bersama di halaman Polres Pelalawan, Rabu (1/7/2015).

"Melalui revolusi mental, Polri siap memantapkan soliditas dan profesionalme guna mendukung pembangunan nasional," ujar Wakapolres Pelalawan Kompol Suparman SIk mewakili Kapolres Pelalawan.a 

Usai memberikan kata sambutan, Wakapolres bersama para pejabat Polres Pelalawan  memberikan Reward piagam penghargaan kepada personil polres Pelalawan yang memiliki prestasi dalam melaksanakan tugas sehari-seharinya.

Adapun nama-nama yang mendapatkan penghargaan dari Wakapolres adalah Aiptu Joni Akmal, Bripka Dede Ismanto, Brigadir Nusurlis, Brigadir Feggy Fagritta dan Briptu Wira Ariyatama SH.

"Semoga personil yang mendapatkan penghargaan ini dapat lebih meningkan kinerjanya dalam melaksanakan tugas sebagai abdi negara," ujarnya.

Untuk itu, dirinya berharap kepada para peraih penghargaan mampu menyemangati serta menjadi motivasi terhadap personil lain dalam melakukan hal yang terbaik dan berguna bagi institusi maupun individu personil.

"sehingga kedepan kehadiran polisi di masyarakat semakin baik dan berperan besar dalam menciptakan harkamtibmas yang kondusif," ujarnya.(dic/btp)

Jelang Bakar Tongkang Beberapa Ruas Jalan Di Rohil Macet

RiauCitizen.com, Budaya - Menjelang dilaksanakan puncak wisata budaya bakar tongkang yang dilakukan hari ini, Kamis (02/07/2015) membuat aktivitas di Bagansiapi-api meningkat. Bahkan, beberapa ruas di Kota Bagansiapi-api terjadi kemacetan kendaraan.

Plt Sekda Rohil, Drs H Surya Arfan MSi tidak menampik hal tersebut. "Sebagaimana yang sudah dimaklumi bersama, kegiatan wisata budaya bakar tongkang di Bagansiapi-api itu mampu menarik perhatian yang luar biasa. Dimana, para pengunjung dari dalam maupun luar daerah bahkan negara tetangga berdatangan ke Bagansiapi-api, "ungkapnya.

Untuk itu, tambah Surya, kegiatan wisata budaya bakar tongkang dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Pasalnya, kegiatan wisata budaya bakar tongkang mampu memberikan kontribusi yang positif baik terhadap masyarakat maupun daerah khususnya Bagansiapi-api.

Sementara, pelaksanaan wisata budaya bakar tongkang yang dilaksanakan oleh warga Tionghoa Bagansiapi-api yang pertama dilakukan tepat pada tanggal 15 dan 16 bulan 5 Imlek menurut penanggalan Imlek atau Rabu dan Kamis (1-2/7) ini dimulai tepat pukul 00.00 WIB.

Kegiatan ini ditandai dengan pelaksanaan ritual yang dilakukan warga Tionghoa di kelenteng Ing Hok King. Seiring dengan itu, dupa berukuran besar yang berada di sebelah kanan kelenteng Ing Hok King dibakar. Secara bersamaan pula, bahan-bahan diletakkan di altar yang telah disiapkan di halaman kelenteng Ing Hok King. Hingga tidak mengherankan asap dupa menyeruak di sekitar kelenteng.

Ritual seperti ini dilaksanakan sampai siang hari hingga sampai terjadi penjemputan replika tongkang guna disemayamkan di kelenteng Ing Hok King. Dengan disemayamkan replika tongkang tersebut, maka tidak ada aktivitas di kelenteng Ing Hok King.

Selanjutnya, hari ini kamis (02/07/2015), replika tongkang diarak menuju ke lokasi areal pembakaran yang berada di Jalan Perdagangan.(dic/btp)

Gaet Wisatawan, Pemko Pekanbaru Agendakan Festival Lampu Colok

RiauCitizen.com, Budaya - Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Pekanbaru tahun ini akan kembali mengagendakan festival lampu colok untuk menambah semarak saat malam ramadan. Festival ini selain menjadi tradisi juga untuk menarik minat wisatawan datang ke Pekanbaru.

Kepala Disdubpar Kota Pekanbaru, Drs Hermanius, mengatakan gelaran lampu colok merupakan festival budaya tradisional yang digelar setiap tahun saat malam ke 27 ramadan.

“Kalau untuk persiapan panitia kecilnya sudah. Tinggal membentuk panitia besarnya yang belum. Mungkin dalam minggu ini akan diadakan rapat untuk membahas festival lampu colok agar dapat dijadwalkan secara pasti,” katanya, Kamis (02/07/2015).

Saat ditanyakan untuk lokasi tahun ini Hermanius menyebutkan akan diputuskan dalam rapat. “Kita belum bisa tentukan di mana. Tapi biasanya kita lihat di kecamatan mana yang belum pernah menggelar festival lampu colok itu. Makanya kita akan usulkan dalam rapat nantinya,” katanya.

Hermanius menyampaikan selain untuk penerang kampung, lampu colok sebagai bentuk rasa syukur memasuki malam lailatulqadar dan menyambut gembira hari kemenangan Idul Fitri. Festival tersebut digelar sebagai bentuk melestarikan budaya tradisional Melayu Pekanbaru.

"Ini juga bisa jadi ajang promosi wisata daerah Kota Pekanbaru, sehingga tidak cuma warga lokal, warga luar pun mengenal Festival ini,” tutupnya.(dic/btp)

Wednesday, July 1, 2015

Dinsosnakertrans Rohul : Perusahaan tak Bayar THR bisa Dipidanakan

RiauCitizen.com, Sosial - Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disosnakertrans) Rokan Hulu (Rohul) buka Pos Pengaduan Tunjangan Hari Raya (THR) 2015 di kantornya beralamat di areal Perkantoran Bina Praja Pasirpangaraian.

Sejauh ini, dinas telah menyebar surat edaran Bupati Rohul Nomor 560/UM/541/2015, tentang pembayaran THR ke seluruh perusahaan di 16 kecamatan. Demikian kata Kepala Disosnakertrans Rohul Herry Islami melalui Kabid Hubungan Industrial (HI) Udar SPd, Rabu (1/7/15).

Udar menjelaskan surat edaran Bupati Rohul telah disebarkan ke sekitar 135 perusahaan di 16 kecamatan sejak 17 Juni 2015 lalu.

"Surat edaran ini mempedomani surat Menteri Tenaga Kerja RI Nomor Per-04/Men/1994," kata Udar kepada wartawan, Rabu.

Sedikitnya ada tiga poin dalam surat edaran Bupati Rohul, pertama pengusaha wajib membayarkan THR Keagamaan paling lambat 7 hari atau H-7 sebelum hari raya Idul Fitri atau Lebaran.

Kedua, pengusaha wajib membayarkan THR Keagamaan bagi pekerja yang sudah bekerja 3 bulan secara terus menerus. Ketiga, besaran THR disesuaikan masa kerja, 1 tahun lebih THR sebesar gaji 1 bulan, dan 3 bulan diberikan secara proposional atau sesuai rumusan.

Sebagai dasar perhitungan upah sebulan untuk sektor perkebunan dan pertanian adalah Rp 2.125.500, sektor pertambangan/perminyakan Rp 2.465.000, perusahaan non sektor disesuaikan UMK Rp 1.925.000.

"Jika sampai Lebaran THR tidak dibayarkan, perusahaan bisa dipidanakan dan kena denda," tegas Udar.

Bagi karyawan yang belum menerima THR sampai H-7 Lebaran bisa melaporkan masalahnya ke Pelayanan Posko Pengaduan di Posko Bidang Pengawas Tenaga Kerja Disosnakertrans Rohul atau via SMS dan telepon ke Nomor Handphone: 081268000898, 085355816569, 082391554468.

"Laporan perusahaan yang tidak bayarkan THR tahun lalu tidak ada. Baik melalui SMS atau telepon langsung," ungkapnya.

Udar mengimbau pekerja perusahaan yang THR-nya belum dibayar sampai H-7 agar segera mengadukan ke Posko Pengaduan THR ke kantor Disosnakertrans. Tidak menunggu sampai Lebaran baru melapor.(dow/rtc)